Tantri Agustiningsih

Tantri Agustiningsih, mengajar di SMP Negeri 239 Jakarta. Tepatnya di sebelah gedung LPMP Jakarta dan bersebelahan dengan Kampus Universitas Indraprasta. Lahir ...

Selengkapnya
Navigasi Web

Bayangan Hitam (Pentigraf 14)

#TANTANGANGURUSIANA HARI KE 98

Rumput-rumput depan rumah Tino mulai tinggi-tinggi dan berkembang biak dengan cepat, setelah ditinggal selama dua minggu ke luar kota. Tino adalah seorang pemuda yang sangat sibuk dan dia tinggal seorang diri di rumah itu, istrinya meninggal beberapa tahun yang lalu. Tino dan istrinya belumlah diberi anak oleh yang maha kuasa, sehingga itu yang membuat Tino bebas pergi ke luar kota karena urusan pekerjaannya dan dia tidak membingungkan masalah rumahnya. Setelah Tino berada di rumah, Tino berniat membersihkan rumput rumput itu yang sudah hampir setinggi dirinya, hingga menutupi bagian depan rumahnya dan oran tak bisa melihat ke dalam karena terhalang oleh rumput-rumput tersebut.

Tino merasa bingung mengapa rumah ini bersih, tidak berdebu dan bau wangi seperti habis dipel dengan pewangi. Meja-kursipun juga bersih tak ada debu sedikitpun. Dapurpun bersih, dan kulkaspun terisi penuh dengan makanan. Makanan itupun bukan makanan lama, baru semua. Siapa yang membersihkan rumah ini dan mengisi kulkasku ini. Begitu pula dengan kamar mandi bersih, air dalam bak pun juga seperti baru dibersihkan dan nampak bening airnya. Tino ke arah pintu belakang dan ketika membuka pintu, dia melihat sekelebatan bayangan hitam dengan rambut panjang pergi menuju ke arah rumput-rumput yang panjang itu. Siapa bayangan hitam itu, kemana perginya?Tino masih memikirkan bayangan itu hingga menjelang malam datang.

Tino melihat ke depan memandang ke halaman rumah yang ditumbuhi rumput-rumput itu. Dari dalam rumah dia melihat di bawah pohon beringin Tino melihat rumput itu bergoyang-goyang sendiri bukan karena angin, sedangkan rumput yang lain kalaupun bergerak hanya bergerak secara perlahan tidak sekencang yang di bawah pohon beringin itu. Walau di luar agak temeram sinarnya dengan lampu taman tapi Tino masih bisa melihat dari dalam. Tino penasaran dengan keadaan di luar dan rumput itu semakin kencang bergoyang. Tino melihat bayang rambut panjang tadi menelusup di antara pohon beringin dan rumput-rumput itu. Tino sebenarnya agak merinding juga melihat bayangan itu, tapi dia nekad ke luar rumah sambil menyalakna lampu yang ada di HPnya. Perlahan Tino bergerak ke arah bawah pohon beringin isambil menebas rumput yang menghalangi pandangannya. Badan Tino sudah berkeringat dingin tapi dia terus maju menuju pohon itu. Tibalah Tino di bawah pohon beringin, dia tak melihat sesuatu apapun, tapi dia melihat rambut hitam panjang hingga hampir ke tanah. Tino kaget dan takut melihat rambut itu. Sekali lagi Tino berbuat nekad. Tino mendekati rambut itu dan ditariknya rambut tersebut dengan keras. Terdengarlah suara yang keras karena kesakitan, lompatlah mahluk sirambut panjang tepat dihadap Tino. "Udin Gelo!"teriak Tino. Udin berlari sambil ketawa-tawa sendiri dan melompat-lompat kegirangan, meninggalkan Tino sendiri di bawah pohon beringin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post