Tantri Agustiningsih

Tantri Agustiningsih, mengajar di SMP Negeri 239 Jakarta. Tepatnya di sebelah gedung LPMP Jakarta dan bersebelahan dengan Kampus Universitas Indraprasta. Lahir ...

Selengkapnya
Navigasi Web

KADRUN (PENTIGRAF KE 15)

#TANTANGANGURUSIANA HARI KE 99

"Bawel banget ya, bocah, kagak bisa diam banget,"gerutu Amsir melihat temannya ngomong aja tidak ada berhentinya. Dari sore ada aja yang dibicarakan, ditanya sampai pusing nih kepala dengerin omongan Kadrun. Amsir dan Kadrun sudah berteman sejak di SMA dan mereka seperti lem yang sangat lengket banget di mana ada Amsir di situ ada Kadrun. Mereka sangat cocok satu sama lain, yang satu diam yang satu ngabanyol terus. Kalau Kadrun tidak masuk sekolah, serasa dunia ini sepi. Banyak temannya mengganggap mereka pasangan abnormal. Tapi mereka tak menganggapnya karena mereka sendiri masing-masing sudah punya pacar dan kadang mereka berempat jalan bersama untuk pergi makan atau pergi ke toko buku. Mereka bukanlah pasangan yang sembarangan mereka masih memegang aturan sosial dan patuh dengan nasihat orang tuanya. Masih berada di rel yang lurus. 

"Lu bisa diam ga sih, barang sebentar aja, gue lagi baca buku. Kagak masuk-masuk nih, apa maunya isi buku ini. Sudah setengah jam gue dengerin lu terus. Sekarang gue, mau baca buku dulu. Ini buku penting banget buat gue, paham ga lu,"kata Amsir dengan sedikit kesal karena tidak bisa baca buku yang dipegangnya dari tadi tanpa pindah halaman. Kadrun diam tak berkutik bila Amsir sudah bicara seperti itu. Kadrun sudah mau buka mulut lagi ingin menyampaikan sesuatu, tangan Amsir sudah diangkat memberikan kode untuk diam. Kadrun akhirnya pergi ke luar setelah magrib dari rumah Amsir dan jalan menembus malam. 

Amsir baru menyadari, Kadrun tidak ada di rumahnya, karena malam ini Kadrun ingin nginap di rumah Amsir. "Kemana dia ya, sudah hampir jam 21.00 belum juga balik,"kata Amsir dalam hati-hati. "Apakah dia marah atau pulang ke rumah?. Amsir coba menelpon Kadrun tapi tak di jawab dan Amsir telepon ke rumah Amsir tak ada di rumah, orangtua mereka bilang kalau Kadrun sudah pergi dari rumah sejak magrib tadi ke rumah Amsir. Dari Magrib di sudah berangkat ke sini,"pikir Amsir bingung. "Tadi yang ngobrol sama gue sebelum magrib siapa ya?. Amsir pamit sama orang tuanya mencari Kadrun karena firasatnya tidak enak. Amsirpun menyusuri jalan menuju rumah Kadrun. Amsir sampai di rumah Kadrun dan dilhatnya banyak orang di rumah Kadrun dan terdengar suara tangisan dari ibu Kadrun. Amsir menerobos kerumanan orang banyak dan melihat tubuh yang terbujur kaku di depan orangtuanya. Amsir membukanya dia tak percaya dengan apa yang dilihatnya, sambil menangis ibu kadrun menyodorkan kertas putih untuk Amsir. Isinya,"Gue pamit ya, gue sudah bikin lo ga bisa tenang, maafin gue. Sekarang lo bisa tenang baca buku tanpa gue ganggu lagi. Selamat Tinggal KADRUN (Kalau Ada Diriku Ramai Untuk Ngobrol)

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post